Showing posts with label Resep Kesuksesan. Show all posts
Showing posts with label Resep Kesuksesan. Show all posts

Thursday, 1 September 2016

Doa Agar Ditolong Allah Dalam Keadaan Apapun, Kapanpun, dan Dimanapun



ngatlah selalu kepada Allah agar Allah menuntun jalan kita agar segala masalah hidup yang ingin diselesaikan dipermudah olehnya karena Allah maha memiliki atas segala sesuatu yang ada di alam semesta. Masalah kita tidak jauh dari rezeki, pasangan hidup, bisnis, dan kesehatan. Kunci dari setiap masalah yang timbul dalam kehidupan kita yaitu kita harus taan kepada ajaran Allah, nabi, rasul, sahabat-sahabatnya, dan para pemimpin yang tidak bertentangan dengan ajaran Allah.

Pemimpin sangatlah berperan penting dalam kehidupan kita. Karena setiap negara, kota, organisasi, bahkan bermain sepak bola pun pasti ada pemimpin yang bisa memerintahkan pengikutnya agar tidak menjadi lemah, menyusun strategi bertahan dan menyerang. Oleh karena itulah Islam memerintahkan umatnya agar selalu taat kepada pemimpin agar bisa menciptakan kemakmuran di setiap lingkungan.

Namun masalah yang terbesar dalam diri kita justru karena kurangnya keyakinan kepada sang pemimpin sehingga timbulah perpecahan yang menimbulkan pro dan kontra. Sebenarnya persoalan yang kita hadapi ini kecil, maka segeralah serahkan semuanya kepada Allah agar apapun yang kita hadapi dapat mempercayainya untuk memimpin dan menjaga kita. Karena, 
Kita tidak perlu memahami kenapa kita dituntun menempuh jalan yang sedang kita lalui, yang harus kita pahami bahwa Allah menolong kita agar kita berada dijalan yang insya allah benar serta menumbuhkan rasa iman dan kedewasaan kita selama menempuh perjalanan yang sedang kita lalui.
Berikut beberapa doa agar diberi perlindungan oleh Allah :

1. Al-Bukhari, An-Nasai, Ibnu Abi Hatim dan Al-Abbas ( Para sahabat nabi saw. yang ahli tafsir Al-Quran pada zamannya), bahwa menurutnya doa ini pernah diucapkan oleh Nabi Ibrahim as. ketika beliau dimasukkan kedalam api. Begitu juga yang yang diucapkan oleh Nabi Muhammad saw beserta para sahabat beliau ketika orang-orang mengatakan "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka. Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab : "Hasbunallaahu wa ni'mal wakiil." yang artinya "Allah cukup menjadi penolong bagi kami dan sebaik-baik pelindung." (QS. Ali 'Imran [3]:173)
Hasbunallahu wa ni'mal wakiil
Setelah itu Nabi Muhammad saw beserta para sahabat beliau berdoa dengan doa yang saya beri garis tebal diatas. Maka Allah swt mengabulkan doanya. Hal ini telah diungkapkan melalui firmannya: "Maka mereka kembali dengan membawa nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa". (QS. Ali 'Imran [3]:174).
Untuk pengamalan doa ini sebaiknya diucapkanlah setelah shalat fardhu sebanyak tujuh kali sampai 70 kali. Atau lebih baik lagi hendaklah mewirid doa ini sebanyak-banyaknya setiap hari dan setiap saat agar ditolong Allah dalam keadaan apapun, kapanpun, dan dimanapun.

2. Untuk cara lainnya kita bisa mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Imam Abu Al-Hasan Asy-Syadzili ra. Dia berkata bawah : "Barang siapa menghendaki Allah menjadi penolong, pelindung, dan pemeliharanya dalam semua urusannya, melindunginya dari kejahatan seluruh makhluknya, menanamkan rasa cinta kepadanya di hati hamba-hambanya, dan Allah membuatnya berkecukupan dengan karunianya yang amat besar dan luas.". Hendaklah dia mewirid hasbunallah wa ni'mal wakiil sebanyak 450 kali disetiap hari dan di waktu malam. Kemudian dilanjutkan dengan : "Fanqalabuu bini'matimminallaahi wa fadhlillam yamsashum suu-un." sebanyak 7 kali lalu setelah ucapan ke 7 ucapkanlah "Wattaba'uu ridh waanallaahi, wallaahu dzuu fadh-lin 'azhiim." yang artinya "Mereka mengikuti ridha Allah dan Allah mempunyai karunia yang amat besar", (QS. Ali 'Imran [3]:174).
Insya Allah kita akan berada dalam penjagaan Allah yang kokoh dan ALlah menjaganya dalam semua gerak dan diamnya, memelihara dari segala macam gangguan, dengan seizin Allah ta'aalaa". Abu Al-Hasan bilang, "Barang siapa yang menekuni mewirid hasbunallaahu wa ni'mal wakiil seperti amalan diatas, maka dia akan sukses bersama orang-orang yang sukses, dan mereka tidak akan memiliki rasa takut dan tidak pula bersedih hati.

3. Namun jika dia ingin menolak dengan cepat berbagai hal yang menyusahkan dan membahayakannya, wiridlah doa ini sebanyak bilangan tersebut diatas, lalu ucapkanlah : "Yaa 'aziizu, yaa kaafii, yaa qawiyyu, yaa lathiif." yang artinya "Wahai yang maha perkasa, wahai yang maha mencukupi, wahai yang maha kuat, wahai yang halus (yaitu yang memberikan berkah dan karunianya kepada manusia dengan cara-cara yang sangat tidak kentara". Ucapkanlah doa ini sebanyak 450 kali agar mendapatkan kemenangan yang diinginkannya atas musuh-musuh saingannya. Dan Allah swt akan memantapkan rasa simpati kepadanya diseluruh alam, hingga dia menjadi mulia di hadapan semua makhluknya".
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Agama Islam dari segi kebahasaan mengandung arti taat dan berserah diri kepada Allah swt agar diberi keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Semoga doa diatas bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.

Romeltea Media
Muhammad Faiz Yahya Updated at:

Wednesday, 24 August 2016

Cara Agar Mendapatkan Ketenangan Jiwa



Dalam Al-Quran Surat Asy-Syamsi ayat 7-10, yang pada intinya di dalam diri orang itu ada sifat baik dan jahat. Tugas dari sifat baik (lawwamah) untuk mengusir dirinya dari sifat jahat (jiwa amarah). Sebenarnya sifat jahat ini untuk menjadi penguji iman manusia. Sampai batas mana imannya kepada Allah dapat bertahan. Seperti ujian bagi iman Nabi Adam a.s, Bahwa di Jannah Firdaus itu ada makanan dan buah-buahan yang bebas dimakan, tapi ada juga buah pohon yang dilarang memakan buahnya bagi ahli surga. Kalau tidak demikian, Allah tidak dapat mengetahui sampai dimana ketaatan ahli surga itu. Didalam Al-Quran bahwa dalam diri manusia itu terdapat tiga macam jiwa, yaitu :

  1. Qs. Yusuf 53 : "Jiwa amarah"
  2. Qs. Al-Qiyamah : "Jiwa lawwamah"
  3. Qs. Al-Fajr : "Jiwa yang tenang/kalem"
Terlepas dari ketiga macam diatas, masih kita dengar kata-kata menpora kepada para pahlawan olimpiade yang mengatakan selamat datang dari pertempuran bahwa kalian itu berjiwa perwira, berjiwa berani, berjiwa pantang menyerah, dan sebagainya. Tapi Al-Quran hanya menyatakan dan menegaskan bahwa dalam diri orang itu hanya terdapat tiga macam jiwa (nafs) dan salah satunya lebih unggul diantara ketiga macam jiwa dalam diri orang, yaitu :
  1. Jiwa Amarah : Jiwa setan, selalu berbuat jahat dan berbuat dosa.
  2. Jiwa lawwamah : Jiwa baik, selalu beristighfar ketika berbuat dosa.
  3. Jiwa yang tenang/kalem (nafsul muthmainnah) : tidak pernah ragu-ragu, selalu yakin dengan adanya kehidupan akhirat, dan yakin akan bertemu dengan Allah.
Orang yang berjiwa muthmainnah itu adalah orang yang telah sempurna imannya kepada Allah. Untuk sempurnanya iman seseorang itu harus memenuhi tiga syarat :
  1. Tauhid.
  2. Berilmu Pengetahuan.
  3. Beramal shaleh.
Orang yang tidak ada nafsu Lawwamahnya tidak akan memperoleh nafsu muthainnah, jiwa yang tetap dan tabah dalam segala keadaan, jiwa yang tenang dan sabar pada setiap kondisi dan situasi. Orang yang mempunyai nafsu muthmainnah dengan selalu mengerjakan sholat dan puasa insya allah akan memperoleh rasa ketenangan jiwa. Ia tidak akan gelisah jika diberi cobaan dan juga tidak lupa daratan ketika ia mendapatkan kenikmatan. Ia tau bahwa setiap cobaan yang datang pasti akan pergi pada waktu yang ditentukan Allah.

Didalam Al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang mengatakan kata iman dan amal shaleh, antara lain:
"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." (Qs. Ar-Ra'd (GURUH) ; 29)
 -
"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Qs. An-Nahl (LEBAH) : 97)
-
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga firdaus menjadi tempat tinggal," (Qs Al-Kahf (GUA) : 107)
Surga Firdaus adalah surga tingkat terakhir dan paling tinggi yaitu tingkat ke seratus. (Abdullah Sani,1974, Neraka Jahannam dan Sorga Firdaus, Jakarta, Bulan Bintang.)

"Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh..." (Qs. Al-Ashr (MASA) : 1-3)
Beriman atau iman di sini yang dikehendaki oleh Allah dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 136 yaitu :
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasulnya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasulnya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya,rasul-rasulnya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."(Qs. An-Nisa (WANITA) : 136)
Orang islamlah yang sangat berat pikulannya, karena mereka diwajibkan oleh Allah untuk beriman bukan hanya kepada Nabi Muhammad tetapi kepada rasul-rasul sebelumnya pula, dan bukan beriman kepada Al-Quran saja, tapi kita harus beriman kepada kitab-kitab suci sebelumnya selama isinya tidak bertentangan dengan isi Al-Quran. Karena kitab-kitab sebelumnya selalu di ubah umat-umat yang tidak bertanggung jawab sampai-sampai menyesatkan. Karena itulah Allah benar-benar menjaga keaslian Al-Quran hingga sekarang.
"Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (Qs. Al-Baqarah (SAPI BETINA) : 4)
Kata "beriman" pada ayat diatas  harus sesuai dengan amal perbuatan anda! Beriman kepada Allah tidak bisa hanya dengan pernyataan atau dengan ucapan saja, tetapi anda harus melakukan ibadah misalnya mendirikan sholat lima waktu. Kalau dapat ditingkatkan mendirikan sunah rawatib. Dengan begitu Insya Allah hati anda terasa tenang. Dengan hati yang tenang kita bisa mengendalikan rasa amarah kita agar tidak menimbulkan dampak negativ bagi diri anda dan orang lain. Semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Romeltea Media
Muhammad Faiz Yahya Updated at:

Monday, 22 August 2016

Doa Melipatgandakan Rezeki Agar Menjadi Kaya dan Berkah



Ustad Yusuf Mansyur pernah mengatakan bahwa jika ingin melipatgandakan rezeki agar menjadi kaya dan berkah, yang harus dilakukan adalah melakukan ikhtiar secara terus-menerus serta berdoa. Inilah yang menjadi jembatan menuju apa yang di inginkan karena tidak ada yang tidak mungkin selama kita terus ikhtiar dan berdoa. Berikut beberapa doa serta cara pengalamannya :

1. Ibnu Umar ra. meriwayatkan bahwa ada seorang pria menghampiri Nabi saw. Pria itu berkata "Wahay Rasulullah, sungguh dunia telah berpaling dariku, sehingga penghasilanku berkurang". Nabi saw lalu bertanya kepada pria tersebut, "Dimana posisimu dari shalawat malaikat dan tasbihnya para mahluk, darimana itu semua mereka diberi rezeki?" Pria itu bertanya balik, "Apa itu Ya Rasulullah?", Nabi saw menjawab, "Ucapkanlah Subhaanallahi wa bihamdihi, subhaanallahil'azhiim, astaghfirullah" yang artinya Maha Suci Allah bagi-Nya segala puji. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampunan kepada Allah. Bacalah itu sebelum sholat subuh sebanyak 100 kali agar dunia akan mendatangimu dalam keadaan tunfuk dan takluk" (HR. AL-Mustaghfiri dari Ibnu Umar ra).
Setelab itu pria tersebut pamit kepada Nabi saw lalu segera mengamalkan apa yang diajarkan Nabi saw. Kemudian pria itu datang kembali di lain hari kemudian berkata, "Wahai Rasalullah, dunia telah mendatangiku dengan berlimpah sampai aku tidak tau kemana aku harus menyalurkannya".

2. Diriwayatkan bahwa di Madinah ada pria miskin yang bernama Abu Al-Qamqam yang mengadukan kemiskinannya kepada Abu Hasan ra. Pria miskin itu mengatakan kepada Abu Hasan ra bahwa dia tidak bisa mendapatkan apapun untuk memenuhi kebutuhannya. Maka Abu Hasan ra, menjawab "Bacalah kalimat Subhaanallahil'azhiim wa bihamdihi, astagfirullah, wa as aluhu min fadhlih pada setiap akhir doa sepuluh kali yang artinya Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan bagi-Nya segala puji. Aku memohon ampunan kepada Allah dan memohon karunia-Nya".
Abu Al-Qamqam berkata, "Tidak lama saya mempraktekannya, beberapa orang menemui saya dan memberitahukan bahwa seseorang dari kerabat saya telah meninggal dunia dan tidak diketahui ahli warisnya selain daripada saya. Akhirnya saya yang mendapatkan warisannya sehingga saya menjadi orang kaya".

3. Diriwayatkan dari Badr bin Abdullah Al-Muzanni ra berkata bahwa "Ya Rasulullah, sungguh saya ini sangat rajin dan pekerja keras, tetapi hartaku tidak pernah bertambah". Rasulullah menjawab "Wahai Badr bin Abdullah, ucapkanlah Bismillaahi'alaa nafsii, bismillahi'alaa ahlii wa maalii, allahumma ardhinii bimaa qadhaita lii, wa 'aafimaa abqaita, hattaa laa uhibba ta'jiila maa akhkharta, walaa ta'khiira maa'ajjalta. Yang artinya, Dengan menyebut Nama Allah terhadap diriku. Dengan menyebut Nama Allah terhadap keluargaku dan hartaku. Ya Allah, jadikanlah aku rifha menerima apapun yang Engkau putuskan terhadapku, dan berilah aku kesentosaan pada apa-apa yang Engkau biarkan ada (padaku), sehingga aku tidak ingin sidegerakannya aoa yang Engkau tangguhkan, dan (juga tidak ingin) ditangguhkannya apa yang Engkau segerakan". 

4. Serta bacalah doa Allahummagh firlii khathaayaaya kulluhaa, allaahumman 'isynii wajburnii, wahdinii lishaalihil 'maali wal akhlaaqi fainnahu laa yahdii lishaalihihaa wa laa yashrifu sayyi ahaa illaa anta. Yang artinya "Ya Allah, ampunilah segala kesalahanku. Ya Allah, cukuplah aku dan jadikanlah aku kaya. Tunjukilah aku kepada amal dan akhlak soleh. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menunjukkan kepadanya kecuali Engkau dan tidak ada yang bisa menghindarkan keburukannya kecuali Engkau". (HR. Thabrani).

Jika kalian telah mengamalkan resep ini , jangan lupa niatkan agar mendapatkan rezeki yang berkah untuk diri sendiri dan orang lain. Semoga resep sederhana ini bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.


Romeltea Media
Muhammad Faiz Yahya Updated at:

 
back to top