Thursday, 16 January 2014

'SEANDAINYA', Cinta Mengajarkan Keikhlasan

Awal tau film ini akan tayang di RCTI karena ngeliat iklannya tadi pagi padahal film ini sudah tayang di bisokop pada tahun 2012 *biarin dah dikatain kudet, yg penting blog tetep apdet* dan sayapun langsung sercing kegugel dan liat trailernya, trailernyo be maknyus, apolagi filmnyo, yodak?



Drama ini mengalir lancar dengan alur maju. Tidak terlalu banyak gambar yang bertele-tele karena sebagian besar gambar diambil close up di wajah. Kesedihan yang diwakili dengan air mata saja kurang terbangun suasananya, ditambah pemotongan adegan yang kurang tepat.

Cinta (Dinda Hauw) hidup bersama Papa (R Suwandanata), ayahnya yang *maaf* bisu dan tuli. Percakapan mereka adalah bahasa isyarat. Mereka amat dekat. Semuanya berjalan normal, Cinta mencintai Papa, seperti Papa mencintai Cinta. Hingga muncul seseorang dalam hidup Cinta, Arkana. Kehidupan pun berubah. 'Pertemuan pertama' Cinta dengan Arkana (Chris Laurent), kakak kelasnya jauh dari kesan romantis. Cinta memergoki Arkana tertidur di bis saat berangkat sekolah.



Cinta sebenarnya ilfil, karena Arkana seakan tak peduli pada ibu-ibu yang tidak kebagian tempat duduk. Pertemuan berikutnya, saat Cinta terkunci di perpustakaan bersama dengan Arkana yang sedang tidur di pojokan perpustakaan. Saat terjebak di perpustakaan itu hujan turun amat deras. Dalam ruangan perpustakaan yang penuh dengan jendela-jendela kaca lebar, kilat membias dan gemuruh guntur memekakkan telinga. Cinta tampak ketakutan, dan dalam ketakutannya ia memeluk Arkana dengan mata terpejam. Arkana yang tengah tiduran duduk bersandar pada kursi, sambil memakai earphone jelas terkejut. Tapi ia dengan cepat mengatasi keterkejutannya. Arkana melepaskan earphone dan memakaikannya ke telinga Cinta, lalu memeluknya.



Setelah hujan reda dan mereka berhasil keluar dari perpustakaan, Arkana melemparkan tanya pada Cinta, apa Cinta takut pada hujan? Cinta tidak mau menjawabnya. Arkana lalu malah menantang Cinta untuk bertemu dengannya di kafe nanti malam. Cinta yang diolok-olok penakut, lalu menerima tantangan itu. Dan malam itu, Cinta pertama kali melanggar aturan Papa, keluar rumah malam hari tanpa ijin darinya. Papa merasa Cinta berubah setelah ada Arkana, dan menganggap Arkana adalah anak berandalan. Papa melarang Cinta berhubungan dengan Arkana. Apalagi tanpa sengaja Papa memergoki Arkana mencium pipi Cinta.



Tapi demikianlah cinta, semakin dilarang semakin menjadi. Cinta dan Arkana pun menjalani hubungan dibelakang papa Cinta (backstreet) . Hingga akhirnya Papa tahu kalau Cinta tetap menjalin hubungan dengan Arkana. Papa amat marah. Dan kemarahannya telah mencapai puncaknya; Papa tak mau tahu lagi soal Cinta. Arkana membawa Cinta ke rumahnya. Arkana mengenalkan Cinta pada Ibunya. Arkana selama ini tak pernah cerita tentang keluarganya. Ternyata Ibu dan Ayah Arkana telah berpisah. Hubungan Arkana dan Pak Sanjaya kurang harmonis. Sejalan dengan kedekatan mereka, Cinta mulai terbuka akan ketakutannya terhadap hujan. Karena saat masih bayi, ia ditemukan Papa di teras rumahnya, setelah hujan deras semalaman. Saat mereka semakin dekat, Papa Cinta benar-benar marah dan meminta Cinta meninggalkan Arkana. Rupanya cinta tidak bisa dipisahkan hanya dengan kata jangan. Kondisi Cinta makin memburuk. Hingga Papa membawanya periksa ke Dokter. Tidak terduga, Cinta ternyata sakit Leukimia. Dalam keadaan merasa bersalah pada Papanya dan sakit, Cinta memutuskan untuk menjauhi Arkana, Tidak terduga, Papa "merestui" Cinta untuk berteman lagi dengan Arkana. Cinta merasa Papa memberinya restu; karena merasa usia Cinta tidak cukup panjang untuk mengerti apa itu arti cinta. Hubungan Papa Cinta dan Arkana membaik. Bahkan Papa memberitahu soal sakit Cinta pada Arkana. Tapi di depan Cinta, Arkana bersikap seakan Cinta hanya sakit ringan. Arkana tidak memperlakukan Cinta seperti orang sakit. Walau dibelakang Cinta, Arkana tak dapat menutupi luka hati dan ketakutannya ditinggal Cinta.

Arkana rela melakukan apa aja demi cinta , termasuk mendonorkan sumsum tulang belakangnya ,tapi operasinya tidak berjalan lancar dan akhirnya Arkana meninggal. Tepat malam sebelum operasi dengan resiko komplikasi dan berujung pada kematian, mungkin malam itu, malam terakhir mereka berdua. Dan ada yang harus pergi. Tapi kalau pun seseorang pergi, seseorang yang ditinggalkan, tidak akan pernah benar-benar merasa sendirian. Karena mereka saling mengajari arti cinta, saling menguatkan, kalau semua orang harus berdamai dengan ketakutan. Seseorang mengajari mencintai sunyi. Dan seseorang lainnya mengajari mencintai bunyi. Dan cinta menjadi lengkap karenanya. Dan inilah trailernya. cekidot


Ingatlah..
Bahwa cinta mengajarkan untuk merasakan suatu keikhlasan, walaupun keikhlasan kadang terasa pahit, karna cinta bukan sebuah keegoisan, namun cinta adalah ketulusan. 

Romeltea Media
Muhammad Faiz Yahya Updated at:
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

2 komentar so far. What are your thoughts?

 
back to top