Wednesday, 24 August 2016

Cara Agar Mendapatkan Ketenangan Jiwa



Dalam Al-Quran Surat Asy-Syamsi ayat 7-10, yang pada intinya di dalam diri orang itu ada sifat baik dan jahat. Tugas dari sifat baik (lawwamah) untuk mengusir dirinya dari sifat jahat (jiwa amarah). Sebenarnya sifat jahat ini untuk menjadi penguji iman manusia. Sampai batas mana imannya kepada Allah dapat bertahan. Seperti ujian bagi iman Nabi Adam a.s, Bahwa di Jannah Firdaus itu ada makanan dan buah-buahan yang bebas dimakan, tapi ada juga buah pohon yang dilarang memakan buahnya bagi ahli surga. Kalau tidak demikian, Allah tidak dapat mengetahui sampai dimana ketaatan ahli surga itu. Didalam Al-Quran bahwa dalam diri manusia itu terdapat tiga macam jiwa, yaitu :

  1. Qs. Yusuf 53 : "Jiwa amarah"
  2. Qs. Al-Qiyamah : "Jiwa lawwamah"
  3. Qs. Al-Fajr : "Jiwa yang tenang/kalem"
Terlepas dari ketiga macam diatas, masih kita dengar kata-kata menpora kepada para pahlawan olimpiade yang mengatakan selamat datang dari pertempuran bahwa kalian itu berjiwa perwira, berjiwa berani, berjiwa pantang menyerah, dan sebagainya. Tapi Al-Quran hanya menyatakan dan menegaskan bahwa dalam diri orang itu hanya terdapat tiga macam jiwa (nafs) dan salah satunya lebih unggul diantara ketiga macam jiwa dalam diri orang, yaitu :
  1. Jiwa Amarah : Jiwa setan, selalu berbuat jahat dan berbuat dosa.
  2. Jiwa lawwamah : Jiwa baik, selalu beristighfar ketika berbuat dosa.
  3. Jiwa yang tenang/kalem (nafsul muthmainnah) : tidak pernah ragu-ragu, selalu yakin dengan adanya kehidupan akhirat, dan yakin akan bertemu dengan Allah.
Orang yang berjiwa muthmainnah itu adalah orang yang telah sempurna imannya kepada Allah. Untuk sempurnanya iman seseorang itu harus memenuhi tiga syarat :
  1. Tauhid.
  2. Berilmu Pengetahuan.
  3. Beramal shaleh.
Orang yang tidak ada nafsu Lawwamahnya tidak akan memperoleh nafsu muthainnah, jiwa yang tetap dan tabah dalam segala keadaan, jiwa yang tenang dan sabar pada setiap kondisi dan situasi. Orang yang mempunyai nafsu muthmainnah dengan selalu mengerjakan sholat dan puasa insya allah akan memperoleh rasa ketenangan jiwa. Ia tidak akan gelisah jika diberi cobaan dan juga tidak lupa daratan ketika ia mendapatkan kenikmatan. Ia tau bahwa setiap cobaan yang datang pasti akan pergi pada waktu yang ditentukan Allah.

Didalam Al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang mengatakan kata iman dan amal shaleh, antara lain:
"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." (Qs. Ar-Ra'd (GURUH) ; 29)
 -
"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Qs. An-Nahl (LEBAH) : 97)
-
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga firdaus menjadi tempat tinggal," (Qs Al-Kahf (GUA) : 107)
Surga Firdaus adalah surga tingkat terakhir dan paling tinggi yaitu tingkat ke seratus. (Abdullah Sani,1974, Neraka Jahannam dan Sorga Firdaus, Jakarta, Bulan Bintang.)

"Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh..." (Qs. Al-Ashr (MASA) : 1-3)
Beriman atau iman di sini yang dikehendaki oleh Allah dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 136 yaitu :
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasulnya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasulnya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya,rasul-rasulnya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."(Qs. An-Nisa (WANITA) : 136)
Orang islamlah yang sangat berat pikulannya, karena mereka diwajibkan oleh Allah untuk beriman bukan hanya kepada Nabi Muhammad tetapi kepada rasul-rasul sebelumnya pula, dan bukan beriman kepada Al-Quran saja, tapi kita harus beriman kepada kitab-kitab suci sebelumnya selama isinya tidak bertentangan dengan isi Al-Quran. Karena kitab-kitab sebelumnya selalu di ubah umat-umat yang tidak bertanggung jawab sampai-sampai menyesatkan. Karena itulah Allah benar-benar menjaga keaslian Al-Quran hingga sekarang.
"Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (Qs. Al-Baqarah (SAPI BETINA) : 4)
Kata "beriman" pada ayat diatas  harus sesuai dengan amal perbuatan anda! Beriman kepada Allah tidak bisa hanya dengan pernyataan atau dengan ucapan saja, tetapi anda harus melakukan ibadah misalnya mendirikan sholat lima waktu. Kalau dapat ditingkatkan mendirikan sunah rawatib. Dengan begitu Insya Allah hati anda terasa tenang. Dengan hati yang tenang kita bisa mengendalikan rasa amarah kita agar tidak menimbulkan dampak negativ bagi diri anda dan orang lain. Semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Romeltea Media
Aneka Resepku Updated at:
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Post a Comment

 
back to top